Jumat, 22 April 2011

Lanturan Si Anak Gimball

Salam bloggers sahabat - sahabatku :)

Lama tak menulis di blog nih akibat kesibuan yang luar biasa, oh iya Si Anak Gimball ini telah membuka blog baru di detik.com http://dubass.blogdetik.com/ . Disini mari kita melantur bareng yok! hhe

Sabtu, 12 Maret 2011

Jarak Pahala

Suatu siang di sebuah Masjid Al - Falah,, Khotib sedang memberikan materi ceramahnya,

" Sodara - sodaraku sidang Jum'at yang berbahagia,, tahukah kalian bahwa tiap langkah kalian menuju tempat ibadah itu dihitung pahalanya. "

Semua jemaah pun merenung mendengar ceramah Khotib tersebut..

" Oleh karena itu sodara - sodaraku,, walau perjalanan & perjuangan kita menuju Rumah Allah ini jauh, jangan khawatir karena Allah akan terus menghitung pahala dari tiap langkah yang kita langkahkan menuju tempat penuh kebaikan ini dan semoga kita semua dilimpahkan rahmat serta karunia - Nya. "

Setelah selesai memberikan ceramah singkatnya dan disambung dengan doa, shalat jum'at pun dimulai dan sang khotib jum'at sendiri juga yang merangkap sebagai imamnya.

Setelah shalat jum'at selesai dan dilanjutkan dengan doa bersama, Khotib jum'at tadi dihampiri oleh salah satu jemaah..

" Assalamualaikum Pak Ustadz, maaf saya mau nanya nih. " sapa seorang jemaah sambil menghampiri beliau.

" Wa'alaikumsalam, iya silahkan apa yang bisa saya bantu ? " jawab ustadz tersebut.

" Gini pak, tadi Bapak bilang kalo tiap langkah kita menuju masjid dihitung pahalanya? Benar begitu pak? " tanya si jemaah penuh heran.

" InsyaAllah pak, jika niat bapak baik & rodho karena Allah SWT tiap langkah Bapak akan dihitung pahalanya. " jawab Sang Ustadz Merangkap Khotib tadi dengan bijak.

" Alhamdulillah,, berarti.. ehm, kira-kira pahala langkah saya bisa sampai 200 langkah menuju kemari pak dari rumah. " harap jemaah tersebut sambil mengingat-ingat langkahnya,hhe.

" Alhamdulillah, kalo begitu lanjutkan ya pak. " balas sang ustadz penuh bangga.

Tiba - tiba dari kejauhan amil masjid Al-Falah yang mendengar obrolan tersebut langsung menghampiri pak ustadz.

" Pak, maaf kalo begitu saya permisi ya mau pulang kampung siang ini. " pamitnya.

" Haah!! Kenapa kok tiba-tiba begini ? " tanya sang ustadz penuh keheranan.

" Tadi kata Pak Ustadz kan tiap langkah kita menuju Jum'atan di masjid dihitung tuh, biar saya pulang kampung dulu siang ini jum'at depan saya berangkat dari Klaten ke Jakarta ya pak,, tar biar pahala langkah saya banyaak !! hehehe " jawab si amil kegirangan ^^

Ustadz : " Masya Allaaaah !!???? !!!! "



* Berdasarkan pengamatan nyata, haha kalo saya sering juga Jum'atannya naik motor ke masjid,, apa pahala langkah saya dihitung tiap km/jam yaa ????





Selasa, 22 Februari 2011

Rambut Gimball Yoomaan


" Rambut Gimballl,, ahahaha kalo salah terka dikiranya orang gila ?? "

Itulah salah satu kutipan dari lirik lagu salah musisi reggae Indonesia, Tony Q Rastafara. Memang rambut gimbal biasanya identik dengan musik reggae, jalanan, kumul, lusuh bakan ganjo ( haha ) ** .. Tapi itu ga semuanya benar, banyak kok gimbal yang ga harus reggae contohnya musisi Ipank yang rock n roll banget,, hhe..

Jujur saya sebenernya pertama kali tertarik dengan rambut gimbal ketika melihat perform Ipank dalam soundtrack film Realita Cinta Rock n Roll ,, wah batin saya ketika itu " Rambut gimbal itu ga harus identik dengan Bob Marley ternyata "

Saya pun langsung terinspirasi dan berniat " Saya Mau Gimball !!! " Hahaha...

Perjuangan pun dimulai, dari mencari referensi, hunting spot ke salon bahkan teman - teman komunitas rasta dan lain sebagainya. Perjalanan jatuh bangun pun mulai dari mencari range harga yang pas, ukuran gimbal bahkan sampai ditipu orang pernah saya alami. Namun hal itu tak membuat semangat rambut lurus yang saya biarkan makin memanjang ini padam..

Alhamdulillah,, setelah menunggu setahun lebih akhirnya si gimball telah menjadi idenditas baruku. Berkat bantuan sahabat karibku Anaz yang mengerti betapa besar keinginan saya digimbal dan tangan ajaib Bang Maman saya pun telah menjadi seorang " Yooman ". Kata yang umumnya digunakan sebagai sapaan anak2 reggae ini saya artikan sebagai " Hidup yang bebas, namun bertanggung jawab, jalani dengan santai tapi tercapai serta dikala susah tetap tersenyum apalagi disaat senang ".
Agak panjang memang namun saya yang juga menyukai berbagai aliran musik termasuk reggae juga ( namun tak sampai fanatik ya ^^ ) menyukai berbagai prinsip mereka seperti saling solider, hidup apa adanya dan tanpa beban menjalani hari. Hal ini juga karena tak dapat dipungkiri semangat reggae rastaman juga turut serta kayaknya di rambut ini,, hha

Hingga kini ga kerasa sudah mau tiga bulan saya hidup bersama ikatan ijuk di kepala ini ( rambut gimbal ), hha.. Suka dukanya cukup banyak, seperti shampooannya agak susah, tapi tetep bisa dan alhamdulillah masih bersih biar ga kutuan donk ^^, tidur kadang rambutnya suka nyangkut dan make helm ala kadarnya ( baca : yang penting nyangkut di kepala ) pas berkendara motor. Sedangkan lebihnya apa ya?? hhe pasti diperhatiin sama orang pas kemana - mana, ga perlu buang - buang waktu sisiran atau menata rambut berjam - jam bak anak galau zaman sekarang,, hha serta asik dah pokonya ^^..

Salam Damai Selalu & Yooooomaaaaan

Jumat, 18 Februari 2011

Klasik ala Komunitas Klasik Indonesia


Tidak hanya film tua, segala sesuatu yang klasik telah mempersatukan mereka. Seperti Komunitas Klasik Indonesia yang terbentuk melalui jejaring sosial Facebook, yang membuktikan bahwa kegiatan mereka bisa berkembang di dunia nyata. Sejak terbentuk pada 28 Juni 2009, berbagai rangkaian acara digelar. Misalnya jalan-jalan ke museum, kota tua, berburu makanan klasik, dan nonton film klasik. Benang merahnya adalah hal-hal klasik atau dibuat jauh sebelum mereka lahir.

Itulah salah satu kutipan di Majalah TEMPO edisi 23 - 29 Agustus 2010. Tak terasa saya sudah setahun lebih saya bergabung dan aktif dalam komunitas ini, berawal dari ajakan teman saya Devi yang telah bergabung lebih dulu, saya pun menghadiri event mereka berupa wisata klasik di Museum Prasasti & wisata kuliner klasik di resto klasik Belanda Huize Trivelli yang ternyata merupakan event perdana mereka. Saya pun langsung tertarik dan ingin ikut serta dalam komunitas ini lebih jauh dikarenakan nuansa klasik yang dibangun oleh sesama anggota berasa penuh warna, tidak ada batasan umur serta melalui kecintaan kami terhadap berbagai aspek yang berbeda, misal ada yang menyukai fashion, otomotif, film, kuliner dan sebagainya namun disatukan oleh satu visi yaitu klasik / jadoel.

HIngga kini saya tergabung dalam keluarga klasik ini sebagai Humas External ( Alhamdulillah dapet amanah ini, hhe ) dan bersama dengan seluruh pecinta klasik lainnya di seluruh Indonesia berusaha memelihara & mengeksiskan berbagai hal - hal klasik yang tak lekang oleh zaman.

Untuk sahabat - sahabat klasik yang ingin bergabung dalam komunitas ini dapat klik link dibawah ini dan dapatkan update terbaru dari komunitas ini :

Salam Klasik Selalu ^^