Sabtu, 18 Desember 2010

Ngepos Lagi


Pada pagi ini saya kembali termenung. Hal itu bukan disebabkan public figure sexy kita yang kembali bermasalah narsis di hampir semua infotainment, melainkan ada hal lain yang sudah lama saya lupakan kembali lagi. Saya pun kembali teringat celetukan saya kepada ayah semalam,
" Yah, lagi ngapain sih?? Isi TTS ya??" tanya saya sambil memperhatikan kesibukannya.
" Bukan mas, ayah lagi isi sudoku nih di koran " jawab ayah sambil tetap asyik pada kotak isiannya..
Haha,, begitulah ayahku, beliau hobi banget ngisi TTS atau hal apapun yang kebetulan tertera di koran. Akan tetapi satu hal yang saya sayangkan dan saya pun langsung menggoda ayah.
" Hahaha,, keren sih yah. Tapi percuma dong kalo ga pernah dikirim, siapa tau menang yah !! " usul saya sambil memperhatikan kotak sudoku yang diisi ayah ternyata hampir selesai loh..
Tak lama dan akhirnya ayah berhasil menyelesaikan kuis yang iseng - iseng berhadiah tersebut.
"Yak, selesai ! Yaudah besok tolong dikirimin yah mas via pos " jawab ayah.
" Buseet!!! hha,, siip deh yah " saya pun terpaksa menjawab dan berharap besok semoga tidak telat sampai toko ( Distro Sitedel-tempat saya berkerja RED) , karena harus mampir terlebih dahulu ke kantor pos.

Paginya setelah mengecek semua persiapan & hendak berangkat saya pun melihat selembar kartu pos yang telah ditempeli kupon serta perangko dan siap dibuang!! Maksud saya dikirimkan, hahaha..
Bukan tanpa alasan juga, alhamdulillah kalo kata beberapa orang saya termasuk yang hoki dalam setiap undian. Sejak kecil saya sangat suka menjawab kuis baik itu di tabloid, majalah maupun tv dan persentase kemenangannya sekitar 50% !! Baik hadiah yang berupa merchandise, voucher, tiket nonton hingga sepeda motor pernah saya taklukkan sehingga track record sebagai seorang pemburu undian pun tak diragukan.
Saya pun segera membawa kartu pos itu dan melaju dengan si Bearu singkatan dari motor Beat Biru. Tak berapa lama kemudian saya pun tiba di sebuah kantor pos yang searah dengan rute petualangan saya mencari sebulan gaji. Sesampainya disana saya melihat kerumunan siswa - siswi sekolah dasar yang sedang berkumpul. Mereka didampingi oleh beberapa guru yang sibuk mengawasi dan mengarahkan murid - muridnya agar sesuai skema mereka yaitu Sopan-Patuh dan tidak membuat kekacauan di tempat umum, hahaha maklumlah rata - rata kalo saya perhatikan mereka baru menginjak tangga satu Sekolah Dasar.

Saya pun memperhatikan gerombolan kurcaci berseragam putih merah itu riang berbaris menunggu giliran untuk memposkan surat mereka. Ternyata mereka sedang diberikan pengenalan oleh gurunya bagaimana cara berkirim surat yang baik dan benar. Saya pun sejenak kembali teringat akan masa - masa saya kecil dimana surat - menyurat masih menjadi suatu hal yang difavorit serta diandalkan masyarakat. Dulu saya sama senangnya seperti bocah - bocah itu ketika berhasil mengirimkan surat pertama saya. Surat itu saya tujukan untuk nenek saya di kampung, padahal nenek saya ada di Jakarta loh ! Tapi dasar bocah kacang ijo yang ngeyel dan semaunya biar lebih dramatis biar dikirimnya ke nenek di kampung saja. Akan tetapi Pak Pos dengan sabarnya melayani keluguan saya dan teman i teman sehingga itu merupakan suatu pengalaman yang berkesan bagi kami.

Hal ini juga yang mungkin sednag dirasakan oleh adik - adik kecil ini. Mereka tertawa, malu - malu bahkan ada yang ingin melakukan hal serupa berulang kali dengan kembali ke antrian yang sekarang sudah terkumpul lebih dari 7 kurcaci yang dapat membuat Snow White skor jantung.
Hmmm...
Kalo dipikir sudah lama sekali saya melupakan berkirim surat lewat pos. Dulu saya hampir tiap minggu mengirim baik itu surat, kuis, dan lain - lain. Akan tetapi, seiring perkembangan teknologi yang tak bisa kita salahkan, sms, email bahkan situs - situs jejaring sosial seperti facebook, twitter dan beraneka ria lainnya membuat peran surat mulai terlupakan. Memang dengan adanya perkembangan teknologi, kita jadi lebih mudah berbagi informasi dan hal lainnya.

Namun, setiap hal pasti memiliki kelebihan & kekurangan ( seperti kata Bunda Dorce ) . Surat - menyurat tanpa kita sadari melatih kita untuk menulis dengan baik dan benar serta sepenuh hati. Tak seperti situs jejaring sosial yang addictnya bisa membuat autis, berkirim surat melalui pos justru menambah kecintaan kita terhadap menulis. Hal itu pun saya rasakan pagi ini ketika mampir di kantor pos ini. Berbagai sapaan ramah, tawa riang, antrian yang rapi serta petugas yang cekatan dalam melayani kita takkan dapat kita jumpai di pangkalan manapun dunia maya yang hanya menawarkan komunikasi semu pada penggunanya.

Akhirnya tibalah giliran saya menyerah kan kartu pos undian itu dan petugas pos tersebut menyapa saya,
" Selamat pagi Pak ! Oh ingin berkirim dengan kartu pos ya, tunggu sebentar ya pak " sahut petugas pos tersebut.
Saya pun menunggu sebentar ketika ia memeriksa kartu pos tersebut yang saya yakin ga mungkin diselipin bom kan sama ayah saya ??? hahahaha....
Setelah selesai memeriksa, ia pun kembali berbicara pada saya,
" Ok pak. Siap untuk dikirim, terima kasih banyak dan selamat beraktivitas !! " sahutnya kembali dengan ramah.
" Iya, terima kasih banyak ya pak " saya pun membalasnya dengan ramah juga.

Saya pun beranjak keluar dari kantor pos tersebut. Dari luar saya amati kantor pos yang sudah lama berdiri namun masih kokoh hingga kini. Saya pun termenung, hmmm.... teknologi yang maju telah membuat kita lupa bahwa kita masih mempunyai kantor pos Indonesia. Walau tak seramai dulu, para petugasnya masih setia berkeja sepenuh hati, walau mungkin gaji mereka tak seberapa, tapi peran dan andil mereka sejak lama yang mengawal berbagai pesan untuk disampaikan sesuai ke tempat tujuan patut kita apresiasi dan tidak dilupakan.

Kini ditengah himpitan teknologi yang semakin canggih, kantor pos tetap beroperasi dan menyediakan layanan bagi para pelanggan setianya. Hal ini merupakan suatu dedikasi akan profesi yang telah mereka gelutii.

Oh Kantor Pos yang kutemukan kembali, semoga kita masih dapat berkirim surat lagi ^^

Selasa, 14 Desember 2010

Insomnia Oh Insomnia

Hahaha,,insomnia oh insomnia..
Saya ini sebenernya hobinya tidur loh !! Aseli deh !! Bahkan dulu aja saya memegang rekor satu RT untuk kategori tidur terlama di rumah dari pukul 18.00 - 16.00 WIB keesokan harinya!! Kebo banget yaa ??

Insomnia yang memiliki pengertian gejala susah tidur walaupun kita bisa melakukannya serta terjadi secara berulang kali bisa terjadi pada siapa saja termasuk saya. Coba aja buat ngetes isengnya cek deh kicauan burung di twitter saat hansip pada ngeronda aja masih bejibun banyaknya deh. Nah hal itu juga yang saya sering saya alami akhir - akhir ini. Walaupun saya penganut Siesta (tidur siang-baca Siesta RED ), saya pun tak luput dari pesta bersama kaum pecinta malam yang masih beraktivitas disaat orang pada umumnya terlelap.

Banyak faktor yang dapat mendasari seseorang terkontaminasi insomnia fever, seperti gangguan hormonal, masalah kejiwaan dan lain sebagainya. Namun yang saya sering alami, bukan disebabkan oleh faktor - faktor diatas melainkan tuntutan akan rutinitas yang tinggi. Selain masih menyandang status sebagai Mahasiswa STIKOM ITKP, saya juga berkerja di clothing line Sitedel. Hal ini memnyebabkan mau tak mau saya harus pintar - pintar membagi waktu agar keduanya dapat berjalan seimbang. Akan tetapi seimbang terkadang hanya filosofi belaka, karena pada kenyataannya tugas kuliah dan kerjaan seringkali saling menyelak minta didahulukan. Hal ini yang sering sekali membuat saya pusing tujuh keliling. Mau tidak mau pun saya lama - kelamaan jadi terperangkap virus insomnia.

Saya sering mengerjakan tugas kuliah sepulang berkerja atau terkadang kerjaan yang datang bertamu hingga dini hari dan membuat saya dihadapkan pada pilihan insomnia. Berdasar fakta tidur yang cukup harus 8 jam sehari pun seakan terlupakan oleh saya ketika tugas kuliah harus digeber hingga ayam berkokok dari ufuk timur. Hal ini juga yang mungkin seringkali terjadi pada beberapa teman - teman kita kan? Insomnia yang hinggap dan membuat kita tidak bisa tertidur disaat orang - orang sudah terlelap ini merupakan suatu gangguan bagi saya awalnya, karena sebagai fans besar dari Siesta / tidur siang yang otomatis saya harus merelakan waktu saya untuk beristirahat dipangkas. Kini rata- rata waktu tidur malam saya tak lebih dari 3 jam bahkan ditemani kopi susu hangat pun tak menggugurkan lelap saya.

Akan tetapi dibalik semua hal pasti ada dampaknya,, setelah mengidap siklus insomnia juga kinerja produktivitas saya semakin meningkat yang harus dibayar ketika orang - orang masih terlelap dalam mimpinya. Saya juga dapat tau banyak sedikit demi sedikit mengenai seluk beluk dunia malam ( Jangan Porno dulu ya pikirannya hahaha !!! ) . Banyak juga sosok orang besar yang sukses dimana waktu senggang untuk tidurnya hanya beberapa jam saja. Tidur memang penting untuk merefresh kembali fisik kita yang telah lelah setelah beraktivitas, namun terkadang jika kita terjebak oleh jeratan insomnia yah ga ada ruginya juga, seperti anak gaul MTV yang mengisi program " MTV INSOMNIA " dan mengajak para kawula muda yang masih siaga hingga dini hari untuk berINSOMNIA bersama!! Hahaha kacau juga sih kalo dipikir - pikir ketika esoknya sekolah pasti muka para generasi muda kita kayak zombie semua.

Saya hanya ingin mengingatkan apabila kita terjebak virus insomnia yang dapat hinggap dimana saja jangan selalu menjadikannya keluhan, tapi bisa juga loh kalo kita manfaatkan untuk mengisi waktu luang yang tak sempat kita kerjakan di pagi harinya karena setiap apapun yang kita hadapi akan menjadikannya bencana ataupun berkah tergantung kita yang memutuskannya.

Selamaaat berINSOMNIA !!!!

Selasa, 07 Desember 2010

Om Bud Sang Pemotivasi


Hidup ini berjalan tiap detiknya,,segala sesuatu yang kita alami baik itu seneng, sedih, susah dan mudah ( duh jadi berantonim bahasa Indonesia) pasti menjadi lebih abadi apabila dikemas menjadi suatu tulisan. Oh iya sekedar berbagi kisah,hhe..sebenernya hobi saya tuh banyak karena saya pada dasarnya tipikal yang selalu senang menekuni berbagai hal, dari sekian banyak salah satunya ialah menulis.

Menulis sebenarnya merupakan salah satu impact dari membaca, coba deh kalo kita suka membaca umumnya kita pasti lebih greget untuk menuangkan berbagai hal apapun yang ada di pikiran kita dalam sebuah tulisan. Kalo orang-orang yang kita baca tulisannya bisa kenapa kita tidak? Hal itu juga yang mungkin disetujui oleh seorang Budiman Hakim. Beliau merupakan salah satu copywriter (kalo di dunia iklan sudah tidak asing lagi ya? hahaha) yang telah malah melingtang di Bumi Pertiwi ini. Saya masih ingat pertama kali membaca tulisan Om Bud, biasa begitu beliau akrab disapa melalui sekumpulan catatan hidupnya yang kebetulan dibukukan menjadi " Sex After Dugem " !!! Mendengar judulnya saja bagi orang kebanyakan pasti sudah berpikir ini buku apaan ya?? Apakah berbau dengan sex setelah dugem?? Hahaha... Hal itu juga yang sering dipusingin sama Om Bud dalam ceritanya perihal judul bukunya tersebut ( Coba deh baca bukunya!! Bantuin promo nih Om Bud ^^ ) . Begitulah juga yang saya alami. Pada awalnya saya pun sempat dibuat bingung ketika melihat buku tersebut anteng di rak salah satu toko buku ternama ibukota. Cover buku tersebut yang aduhai ditambah dengan judulnya yang membuat penasaran membuat saya melihat buku apa sih ini?? Sayangnya semua buku tersebut terlindungi aman dengan plastik hingga barisan terbelakangnya, tak satupun yang sudah sengaja dibuka sebagai sampel sehingga saya pun praktis makin penasaran sama nih buku. Di buku itupun tertulis " Catatan seorang Copywriter ". Dikarenakan saya pada saat itu belum mengenal seluk beluk dunia periklanan saya pun makin dibuat bingung, " Heh !! Copywriter itu apakah orang yang suka ngopi tulisan??? " batin saya kebingungan. Akan tetapi ketika menoleh ke saku simpanan saya (jarang nyimpen uang di dompet lho saya!) hanya terdapat beberapa lapis alat barter pembayaran yang tak cukup bila ditukar dengan buku ini, alhasil saya pun memutuskan pulang dan masih memendam rasa penasaran sama buku tersebut.

Waktu pun berlalu sampai tibalah masa ketika saya ditakdirkan menjadi salah satu mahasiswa periklanan di STIKOM ITKP The School of Advertising, Jakarta. Berbekal pengetahuan yang melompong dari dunia SMA, saya pun perlahan - lahan diisi dan dibuka wawasannya mengenai seluk beluk dunia periklanan. Di sanalah pula saya mulai mengenal perihal copywriter yang merupakan salah satu profesi di dunia iklan bersama dengan art, account executive, media dan lain sebagainya. Copywriter tuh ternyata profesi di dunia iklan yang suka menulis pesan dan dicantumkan dalam sebuah iklan untuk menarik minat yang melihat agar membeli atau menggunakan jasa tersebut, ilmunya disebut copywriting dan yang terlanjur membuatnya disebut copywriter. Contohnya masih ingat sama iklan produk Kit-Kat?? Tagline Ada Break, Ada Kit-Kat! merupakan kerjaan orang - orang copy. Saya pun meski sedari kecil hobi menggambar ga tau kenapa lebih tertarik mendalami profesi sebagai copy bukannya art yang sama - sama tergabung dalam Departemen Kreatif dalam iklan. Kalo ditanya kalo udah lulus kuliah mau jadi apa? Saya pun mantap menjawab ingin menjadi seorang Copywriter.

Pada suatu hari ketika saya sedang duduk anteng di lobby kampus, saya mendapati temen saya lagi memegang sebuah buku yang tak asing lagi dan saya ingat betul wujudnya. Saya pun lantas menghampiri teman saya yang bernama Diti.
" Dit, itu buku iklan ya??" Saya dengan sok tau memulai percakapan.
" Eh Duta,," sapanya. " Ia Dut, ini buku iklan, kenapa? " lanjutnya bertanya balik pada saya.
" Isinya gimana sih Dit?? " tanya saya.
Mendengar pertanyaan saya Diti pun terdiam sejenak kemudian dengan semangat menggebu ia berbicara pada saya.
" Wah lo belum baca Dut??? Aseli lo harus baca buku ini!! Buku ini gokill (bukan pergi membunuh ya..) abis!! Apalagi yang nulis itu Budiman Hakim" cecer kalimatnya menjawab pertanyaan saya.
" Haaa Budiman Hakim?? " Orang ini nih yang katanya juga copywriter handal dan saya sering mendengar namanya, batin saya.
Sejurus kemudian saya pun meminjam buku tersebut dari Diti dan ia pun mengizinkan saya dengan cepatnya seraya kasihan juga belum pernah membaca buku tersebut.

Selanjutnya tak butuh waktu lama bagi saya untuk melahap habis isi buku tesebut, tutur kata dan pengemasan kosakata oleh seorang Budiman Hakim membuat orang yang membacanya seakan - akan diajak ikut serta dalam pengalaman jenaka, renungan maupun petuah yang dituliskannya. Bahkan orang awam pun yang tak mengerti seluk beluk dunia iklan dapat terenyuh hatinya karena catatan - catatan yang dituliskan beliau mungkin sering luput dari penglihatan kita namun dekat sekali apabila kita cermati sehari - hari, semisal " Tuhan Yang Selalu Online ", maupun " Sex After Dugem " yang diambil dari cerita teman beliau. Adik saya pun, Pandu yang baru duduk di bangku SMA saat itu langsung tertarik membaca buku tersebut, bahkan terkadang saya sampai berebut membaca dengannya..hahahaha..

Hingga suatu hari tibalah saat yang tak mungkin saya lewatkan ketika ada seminar yang membahas mengenai dunia periklanan yang out of the box dan diadakan oleh STIKOM InterStudi. Bagi saya yang menarik bukanlah seminar iklan tersebut, melainkan deretan pembicaranya, karena terselip nama Budiman Hakim yang menurut saya mewakilkan tema out of the box tersebut. Wah tanpa berpikir panjang saya langsung menghubungi teman saya Diti yang kebetulan menjadi Contact Person untuk acara ini. Hal ini tak lain karena Diti yang merupakan mahasiswi baru dikampus saya saat itu merupakan pindahan ekstensi dari Interstudi. Saya pun langsung mengajak Pandu yang tanpa berpikir panjang, lebar dan tinggi langsung menyetujui ajakan saya. Kami pun berdua menghadiri acara tersebut yang juga dimeriahkan oleh seorang Jimi Multhazam yaitu vokalis dari band The Upstairs. Acara yang digelar di aula kampus tersebut yang cukup besar ( agak iri saya kalo dibandingkan dengan kampus saya,haha) berjalan dengan cukup antusias. Di luar aula juga terpampang berbagai hasil karya lomba iklan yang banyak menarik perhatian orang yang berlalu lalang. Akan tetapi satu hal yang saya dan Pandu tunggu tak lain ialah sosok Budiman Hakim yang harus bertanggung jawab terhadap waktu yang dengan relanya banyak kami habiskan akibat terhanyut oleh pilihan kata - kata dalam bukunya. Akhirnya waktu yang dinanti-natikan tiba sesaat setelah Jimi berbagi cerita pengalamannya kepada audience yang hadir tibalah sesosok pria berkumis tebal hadir menyapa kami semua. Pria itulah Budiman Hakim yang meski sudah tak muda tetap stylish dengan penampilannya,, hhaha keren deh Om Bud. Beliau pun membagi kisahnya sebagai seorang copywriter kepada kami semua. Banyak juga pengalaman yang diceritakan beliau yang telah saya ketahui melalui catatan blognya yang telah dibukukan salah satunya melalui buku "Sex After Dugem". Seluruh audience pun seakan diajak menyelami jidup ini lebih dalam melalui tutur kata dan tulisannya. Diputar juga berbagai TVC ( Tv Commercial ) iklan, Print Ad maupun Radio Ad buah karya beliau yang bekerja di biro iklan MACS909 sebagai Executive Creative Director. Hari itu pokoknya saya serasa mendapat semangat lagi dalam menjalani hidup ini, hehehe..

Sampai sekarang saya selalu mencoba menulis dan menyimpannya, baik itu cerpen, puisi dan terkadang saya memposting dalam blog saya, walaupun belum banyak dan masih suka lupa karena rutinitas harian yang terkadang sibuknya melebihi anggota dewan, tapi ketika membaca buku Om Bud saya dapat kembali termotivasi untuk menulis dan ga mau kalah sama beliau yang sedang menyelesaikan penulisan buku kelimanya sekarang ( keempat buku Budiman Hakim yang telah terbit diantaranya ialah : Lanturan Tapi Relevan (Dasar-dasar Kreatif Periklanan), Ngobrolin Iklan Yuuk!!, Sex After Dugem (Catatan Seorang Copywriter) dan si Muka Jelek (Catatan Seorang Copywriter 2) yang masih saya baca karena terlalu sayang menghabiskan halamannya.

Satu kalimat Om Bud yang selalu didengungkan dan merupakan awal dari semangat menulisnya ialah " Sebelum mati buatlah minimal satu buku ", nah kalo amanat ayah Om Bud tersebut sudah berhasil dilaksanakan oleh seorang Budiman Hakim, semoga saya juga dapat menunaikannya nanti. hehehe... Tetap semangat dan terima kasih Om Bud atas motivasi yang diberikan melalui catatan - catatan kopinya ya dan tentunya teman saya Diti yang telah berbaik hati meminjamkan buku " Sex After Dugem " yang telah mewarnai perjalanan hidup saya hingga kini.

MARI SEMANGAT MENULIS YUUK !!!


Senin, 06 Desember 2010

Lupa - Lupa Ingat

Lupa - Lupa Ingat... Hmm,, yah mengutip judul lagu band "Kuburan" yang terkenal dengan gimmick - gimmick gokilnya ternyata istilah tersebut sadar atau tidak sangat dekat dengan keseharian kita. Misalnya pasti pernah kan kita terlupa sesuatu dalam setiap harinya? Pasti deh!! apalagi faktor tersebut didukung dengan maraknya virus lupa yang konon diracuni sedikit demi sedikit oleh bumbu MSG yang tersebar pada beberapa makanan kita. Habis mau gimana lagi? Kalo ga pake MSG rasanya kurang gurih juga sih ya? hahaha.. Balik lagi ke Lupa - Lupa Ingat, rasanya kalo kita pikirin tuh aneh juga ya dan saya sendiri pun suka bertanya - tanya sama Tuhan, " Kenapa ya disaat ada hal yang penting kok gue bisa lupa banget tapi giliran hal yang pengen kita lupain banget malah lama prosesnya ". Contoh paling simpelnya pas saya kehilangan kunci motor yang bikin panik setengah matinya minta ampun..hha kok bisa yah, kunci yang segitu pentingnya lupa dimana naruhnya. Pada saat tersebut saya sempet berpikir coba ada deh motor yang pake sensor suara & gak usah ribet - ribet pake kunci kayak di pelm - pelm masa depan itu, hahaha... Hal sebaliknya suka terjadi saat kita pengen banget ngelupain suatu hal yang kita gak mau inget lagi, misalnya saat putus sama pacar ( Ehem curhat!) hha, percaya gak saya baru bisa ngelupain & enjoy lagi setelah kira - kira setahunan deh, tau kan rasanya gimana **, haha..

Mungkin klise memang, tapi istilah Tuhan itu Maha Adil memang benar adanya, coba aja kalo kita ga bisa lupa, kita abis liat kasus pembunuhan yang sadisnya naudzubillah min dzalik kejamnya tapi teringet terus seumur hidup.. Hiii !!! Saya sih ogah!

Hikmah yang bisa kita ambil mungkin dibalik semua lupa lupa dan lupa yang kita alami pasti ada alasannya, yah terlepas dari saya pribadi yanga agak ceroboh tapi seringkali Tuhan masih baik pada saya dengan kembali mengingatkan hal - hal yang kita lupakan tadi ketika itu semua menjadi hal yang pentig kembali. Misalnya pada kasus kunci motor tadi, setelah berusaha mengingat kembali tiba - tiba saya menrekonstruksi TKP yang memungkinkan adanya kunci tersebut dan Alhamdulillah akhirnya kunci tersebut bisa ditemukan.

Yah, saya termasuk orang yang setuju sama lirik lagu band Kuburan " Lupa - Lupa Ingat " selain Umay (penyanyi cilik yang mencover lagu ini, hhe) karena ada kalanya sebagai seorang manusia biasa kita juga bisa merasakan lupa dan itu pun ada sebabnya. Satu hal yang sering saya alami, kalo kita tidak menganggap suatu hal itu penting maka kita jadi mudah melupakannya, tapi kalo kita masih menganggap hal tersebut penting dan berbekas di hati kita, kita akan kesulitan untuk melupakan hal tersebut. Yah contohnya perjalanan cinta saya tadi, hhe.. Oleh karena itu sifat lupa yang menjadi kebiasaan manusia mungkin tak perlu sampai dihilangkan tapi kita jaga jangan sampai hal penting yang terlupa dan untuk hal - hal yang dapat membawa dampak buruk bagi kita semoga bisa terlupakan. Amin!

Seperti lirik lagu " Lupa - Lupa Ingat " C Aminor Dminor ke G ke C lagi dan seterusnya berulang terus sepanjang lagu mengingatkan kita bahwa hal yang suka kita lupain kadang bisa balik lagi dengan tiba - tiba juga seperti saya yang masih suka teringat mantan pacar saya tadi. hahaha ^^